Sabtu, 22 November 2014

Sejatinya....

Di tengah sejuknya angin malam, bersama rintik hujan menemani
Rinduku pada mu tak terbendung, sedang apakah gerangan kau di sana?
Lima tahun berlalu. detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun
Tanpamu........
Walau mata ini tak pernah melihat senyum mu
Walau hidung ini tak pernah mencium harumnya minyak parfum mu
Walau lisan ini tak pernah mengomeli mu
Walau telinga ini tak pernah mendengar gelak tawa mu
Walau tangan ini tak pernah menggegam mu
Walau kaki ini tak pernah berjalan mengiringi mu

Senin, 09 Desember 2013

Indonesia Harus Bangun Karakter bangsa


SAN FRANSISKO, KALIFORNIA - Indonesia harus memberikan perhatian pada pembangunan karakter bangsa untuk menjadi satu negara yang kuat berdasarkan Pancasila. "Kenyataan dalam sejarah modern Indonesia, penguasa mengisi kemerdekaan dengan penekanan pada pembangunan politik dan ekonomi dan tidak pada pembangunan karakter bangsa," kata Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Musa Asy'arie seusai memberikan kuliah umum dialog antariman di San Fransisco, Kalifornia, pada Senin (25/11) waktu setempat atau Selasa (26/11) waktu Indonesia barat.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat PhD membuka kuliah umum yang bertema "Interfaith Dialogue in a Plural Society: the View from Indonesia", pada Senin (25/11) waktu setempat atau Selasa (WIB).
Kuliah umum dialog antariman yang diselenggarakan Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri itu bekerja sama dengan Pusat Kajian Asia Tenggara (CSEAS) University of California, Berkeley, menghadirkan pembicara lainnya dari Indonesia yakni pakar dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta Pendeta Joas Adiprasetya, Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof DR Jamhari Makruf dan pakar dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Prof DR Antonius Eddy Kristiyanto.
Prof Musa mengatakan lebih jauh bahwa Pemerintah mestinya belajar dari pengalaman-pengalaman yang dibuat semasa pemerintahan-pemerintahan lalu dan reformasi harus melahirkan visi baru dengan pembangunan karakter sebagai penekanan.
Kalau tak diselesaikan, dia mengatakan Indonesia akan mengalami krisis karakter dan menjadi lemah di tengah-tengah era globalisasi.

Kamis, 05 Desember 2013

Ketika misi hidup di temukan, manusia akan bahagia. misi hidup q adalah beribadah kepada Allah S.W.T. dan bermanfaat bagi sesama manusia. Menjadi hamba sekaligus khalifah di bumi.

Kerlingan Mata Mu

Kerlingan mata mu,
penuh dengan atmosfer kehidupan
membuat jiwa ini
tentram di dalamnya

kerlingan mata mu,
bagai baju baja
membuat jiwa ini
terlindungi karenanya

kerlingan mata mu,
sarat akan kelembutan kasih sayang
membuat jiwa ini
damai olehnya

Kamis, 28 November 2013

Inilah Penjelasan Sederhana Mengapa Kekayaan Negara Dikuasai Asing

            


Penjelasan yang paling sederhana yang menyebabkan penguasaan kekayaan negara oleh asing, menurut Pengamat Ekonomi UGM Revrizon Baswir, terjadi  karena Indonesia mewarisi ekonomi yang bercorak kolonial.
“Karena kita mewarisi ekonomi yang bercorak kolonial, sebagai negara yang lahir dari rahim penjajahan,” ungkapnya seperti diberitakan Tabloid Media Umat Edisi 116, Jum’at (22 Nopember-5 Desember).

Rabu, 27 November 2013

Fisika Vs Kedokteran

pertama kali bayang mu jatuh
tepat di fokus hatiku
nyata, tegak, diperbesar
dengan kekuatan lensa maximum

bagai tetes minyak milikan
jatuh di ruang hampa
cintaku lebih besar
dari bilangan avogadro

Kampus Bermutu yang Sesungguhnya

Dr. Fahmi Amhar

Ketika sejumlah dosen dan ulama dari Indonesia diajak jalan-jalan berkunjung ke campus Standford University di Amerika Serikat, mereka tercengang melihat di ruang kelas itu tetap digunakan papan tulis biasa dengan kapur, bukan white-board, spidol dan LCD. Mereka menganggap sekolah-sekolah di Indonesia ternyata lebih maju.
Apa yang terjadi ini menunjukkan taraf berpikir saat ini dari para intelektual kita, yang terwakili sejumlah dosen dan ulama.  Indikator kemajuan diukur dari fasilitas fisik yang dimiliki, bukan dari karya yang orisinil (genuine) dan kemampuan yang berkelanjutan dalam membentuk SDM.  Karena itu mereka tidak melihat berapa publikasi ilmiah, paten teknologi atau pemenang hadiah Nobel sains dari Standford University itu.
Sebenarnyalah, kualitas suatu perguruan tinggi utamanya ditentukan oleh tiga hal: kualitas riset (diukur dari karya tulis ilmiah & paten), kualitas belajar-mengajar (diukur dari kompetisi calon maba, rasio alumni per mahasiswa), dan kualitas pengabdian masyarakat (diukur dari kiprah kampus dalam melayani pelbagai issu terkini, baik di pemerintahan, dunia usaha maupun khalayak ramai).