pertama kali bayang mu jatuh
tepat di fokus hatiku
nyata, tegak, diperbesar
dengan kekuatan lensa maximum
bagai tetes minyak milikan
jatuh di ruang hampa
cintaku lebih besar
dari bilangan avogadro
walau jarak kita bagai
matahari dan pluto
saat aphelium
amplitudo gelombang hatimu
berinterfensi dengan hatiku
seindah gerak harmonik
sempurna tanpa gaya pemulih
bagai kopel gaya dengan
kecepatan angular
yang tak terbatas
(versi Fisika)
maaf jika vulnus ictum et
causa keraguanku
menembus cavum torax
dan bersarang tepat di cardia mu
menciptakan internal bleeding profuse
yang mungkin membunuhmu
menjadikan kolaps semua asa
yang pernah kau semaikan
tapi jika tanda-tanda vital
cinta itu masih positive
selamatkan ia dengan
oksigenasi 2 liter/menit
basahi cinta yang tersisa
dengan cairan infus ringer laktat
teteskan anti koagulan
agar tak terjadi proses
pembekuan
(versi kedokteran)
Sumber:
Majalah Permata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar